Perkuat Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan, Dosen Pascasarjana UNUJA Inisiasi Pariwisata Berbasis Komunitas di Kepulauan Seribu

Bagikan:

Sabtu, 2 Mei 2026

Diakses: 71 kali

Responsive image

Jakarta, 2–3 Mei 2026 — Upaya memperkuat ekosistem ekonomi berkelanjutan berbasis kearifan lokal terus digencarkan melalui pengembangan pariwisata berbasis komunitas (community tourism) di wilayah Kepulauan Seribu. Kegiatan bertajuk “Pengembangan Community Tourism Kepulauan Seribu: Upaya Memperkuat Ekosistem Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal” ini diselenggarakan oleh Suku Dinas PPAPP Kepulauan Seribu dan dilaksanakan di kantor instansi terkait.

Hadir sebagai narasumber utama, dosen Pascasarjana Universitas Nurul Jadid, Dr. Robert Edy Sudarwan, M.Pd., memaparkan strategi penguatan ekonomi berkelanjutan melalui pendekatan manajemen berbasis komunitas. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata berbasis komunitas harus berlandaskan pada kajian ilmiah manajemen strategik, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan (sustainable development). Hal ini selaras dengan arah kebijakan nasional Indonesia dalam mewujudkan pembangunan inklusif yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Pendekatan community tourism bukan sekadar meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memastikan distribusi manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat lokal, pelestarian budaya, serta keberlanjutan lingkungan,” ujar Dr. Robert. Ia juga menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah memperkuat kapasitas masyarakat lokal sebagai pelaku utama pariwisata, meningkatkan kesejahteraan ekonomi berbasis potensi lokal, serta mendorong daya saing destinasi wisata Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan pemerintah kelurahan dan kecamatan di wilayah Kepulauan Seribu, pelaku usaha pariwisata lokal, pengelola homestay, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan perempuan. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kolaborasi multipihak dalam mendukung pengembangan community tourism yang berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta aktif berdiskusi dan menggali berbagai strategi implementatif yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Salah satu peserta, RH (pengelola homestay di Pulau Pramuka), menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat aplikatif dan membuka wawasan baru tentang pentingnya manajemen destinasi berbasis masyarakat. “Kami jadi lebih memahami bagaimana mengelola potensi wisata secara profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” ujarnya.

Senada dengan itu, SA, perwakilan kelompok perempuan pesisir, menilai bahwa kegiatan ini memberikan motivasi kuat bagi masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi. “Kami didorong untuk berinovasi dalam mengembangkan produk wisata berbasis budaya lokal, seperti kuliner dan kerajinan,” ungkapnya. Sementara itu, perwakilan pemerintah setempat menegaskan bahwa kegiatan ini sangat relevan dalam mendukung program pembangunan daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih intensif, baik dalam bentuk pelatihan lanjutan, monitoring implementasi program, maupun penguatan jejaring pemasaran wisata. Harapan lainnya adalah adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan model community tourism yang adaptif dan berdaya saing global.

Keterlibatan Pascasarjana Universitas Nurul Jadid melalui narasumbernya menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Sumbangsih keilmuan yang diberikan tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat fondasi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kepulauan Seribu. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berita Terkait

Lagi-lagi Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Nurul Jadid sekaligus menjabat sebagai Direktur Pasca

Rabu, 23 November 2022

Di Kendari, Rektor UNUJA Syiarkan Urgensi Penguatan Aswaja Bagi Indonesia

Minggu, 3 Juli 2022

Seminar Nasional:UNUJA dan IGRA Kabupaten Probolinggo Bersinergi Wujudkan Sekolah Bebas Drama

Minggu, 13 Oktober 2024

Direktur Pascasrjana Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo (UNUJA) pada Senin, 15 Agustus 2022

Sabtu, 20 Agustus 2022

Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291

+628883077077
pasca@unuja.ac.id

External Link

BIMA Litapdimas
� 2023 UNIVERSITAS NURUL JADID