Rabu, 30 September 2026
Diakses: 32 kali
Lumajang — Dalam rangka memperingati Harlah ke-5, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Miftahul Midad Lumajang menyelenggarakan Studium Generale bertema “Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital: Meneguhkan Karakter, Menguatkan Kompetensi, dan Menyiapkan Generasi Masa Depan.” Kegiatan yang diikuti sekitar 130 mahasiswa ini dilaksanakan di Aula STIT Miftahul Midad Lantai 3, pukul 13.30 WIB, dan berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif.
Ketua STIT Miftahul Midad Lumajang, H. Khittotun Nahidin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Studium Generale menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat budaya akademik kampus. Menurutnya, di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, perguruan tinggi Islam perlu menyiapkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi penguatan internal kampus dan pesantren, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar STIT Miftahul Midad untuk terus berkembang, memperluas jejaring, dan meningkatkan kontribusi bagi masyarakat.

Sebagai narasumber utama, Dr. H. Akmal Mundiri, M.Pd., Direktur Pascasarjana Universitas Nurul Jadid (UNUJA), mengajak mahasiswa melihat transformasi pendidikan Islam bukan sekadar sebagai perubahan dalam penggunaan teknologi, tetapi sebagai proses menyiapkan manusia yang mampu menghadapi masa depan. Ia menegaskan pentingnya “Segitiga Kompetensi” sebagai bekal mahasiswa, yaitu kompetensi spiritual, intelektual, dan sosial.
Kompetensi spiritual menjadi fondasi agar ilmu dan teknologi digunakan dengan nilai, akhlak, dan tanggung jawab. Kompetensi intelektual diperlukan agar mahasiswa mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan pengetahuan dan teknologi. Sementara kompetensi sosial diperlukan agar mahasiswa mampu berkomunikasi, berkolaborasi, membangun jejaring, dan memberikan solusi bagi persoalan masyarakat. Ketiga kompetensi tersebut harus tumbuh secara seimbang agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi yang berkarakter, kompeten, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi. Sejumlah pertanyaan menarik disampaikan mahasiswa, salah satunya oleh FZ, serta pertanyaan dari salah seorang dosen STIT Miftahul Midad, UM, yang semakin memperkaya pembahasan mengenai implementasi transformasi pendidikan Islam dan penguatan kompetensi mahasiswa di era digital.
Rangkaian kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara STIT Miftahul Midad Lumajang dan Pascasarjana UNUJA. Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi menghasilkan manfaat yang berdampak melalui penguatan kegiatan akademik, penelitian dan publikasi, forum ilmiah, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta berbagai bentuk kolaborasi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi STIT Miftahul Midad, kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan memperluas jejaring akademik pada momentum Harlah ke-5. Bagi Pascasarjana UNUJA, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi akademik dan membangun ekosistem kolaborasi yang memberikan manfaat bagi perguruan tinggi, pesantren, dan masyarakat.
Melalui Studium Generale dan kerja sama tersebut, kedua institusi meneguhkan komitmen untuk menghadirkan pendidikan Islam yang berkarakter, kompeten, adaptif, dan berdampak. Sinergi ini diharapkan menjadi bagian dari perjalanan bersama menuju perguruan tinggi yang semakin maju, produktif, sejahtera, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Islam dan masyarakat di masa depan.
Jl. PP Nurul Jadid, Dusun Tj. Lor, Karanganyar, Kec. Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur 67291
+628883077077